bonjour ! hallo ! hej ! moshi-moshi ! annyeonghaseyo ! здравствуйте ! xin chào !
你好,
ní hǎo ! Aloha ! прывітанне ! hyvää päivää ! zdravey ! Bună ziua ! piye kabare !!!!
... vandoyo - semarang city - central java province - indonesia ... vandoyo - semarang city - central java province - indonesia ... vandoyo - semarang city - central java province - indonesia ... vandoyo - semarang city - central java province - indonesia ... vandoyo - semarang city - central java province - indonesia ... vandoyo - semarang city - central java province - indonesia

Wednesday, October 8, 2008

Mudik On the Way lah ya ....

Yah baru kali ini aku ngalamin acara mudik bahkan lebaran on the way, alias banyakan di jalan daripada di rumah buat sungkem2an dengan keluarga.
Sebetulnya rencananya adalah Lebaran Hari Pertama di Solo dirumah Mertua trus Lebaran kedua move to Purbalingga buat sungkem sama keluarga besarku. Eh memang manusia hanya bisa berencana Tuhan yang menentukan.

WHY ... ?
Pada H-2 :
Dengan berkendara roda dua keluaran Honda - Kharisma X, pukul 12.00 WIB aku menuju ke Solo berbarengan dengan para pemudik dengan plat nomor B, BG, A, F, D, W dan plat nomor kendaraan yang masih uasing buanget buatku. Setelah menghabiskan bensin 10ribu perak nyampe di Solo sekitar pukul 16.30 WIB.
Trus pukul 17.30 WIB aku dapet info aktual kalo keluarga besar mertuaku mau pada dateng sehingga kondisi rumah yang mungil akan sangat penuh bin luber, akibatnya tidurnyapun susah. Akhirnya muncul solusi, Aku bareng My Lovely Wife mudik aja ke Purbalingga.
Saat itu yang terbayang adalah hapy (siapa sih yang gak seneng pulang kampung tumpah darah) dan rasa capek bin ajaib karena perjalan bisa memakan waktu minimal 5 jam.

Pada H-1 :
Setelah menasehati My Sweet Little Angel "DHEA" supaya gak nakal, pada pukul 08.00 WIB, bareng istriku berangkat ke Purbalingga dengan rencana rute : Solo - Boyolali - Salatiga - Bawen - Temanggung - Wonosobo - Banjarnegara - Klampok - Purbalingga.
Lagi2 muncul rencana spontan, karena begitu nyampe di Boyolali sudah terbayang padatnya lalu lintas di Jalur Boyolali - Bawen, akhirnya dengan sengaja menanyai ke salah satu petugas retribusi dinas perhubungan di sekitar gapura menuju ke Cepogo, arah jalur laternatif menuju ke Magelang (pernah denger dari temen). Berbekal petunyuk dari beliaunya (terima kasih pak) akhirnya dimulailah rute - Boyolali - Ketep Pass - Magelang.
Ternyata memang bener2 mantap pemandangan yang tersaji, dan karena melewati Ketep Pass, akhirnya sekalian aja mampir kira-kira 2 jam untuk melihat seperti apa sih Ketep Pass itu yang kata situs Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah : " ...

Ketep Pass atau Bukit Ketep, berada pada ketinggian 1.200 dpI dengan luas area sekitar 8.000 m2. Terletak di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan jalur Solo-Selo-Borobudur, sekitar 21 km dari Kota Mungkid , 17 Km dan Desa Blabak ke arah timur, 30 Km dari Kota Magelang, 35 Km dari Kota Boyolali dan 32 km dari Kota Salatiga melalui Kopeng. Dari gardu pandang ini wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pengunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Dan tempat ini bisa melihat luncunan lahar panas Gunung Merapi.
Atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah H. Mardlyanto, dipilih tanah berbukit mi untuk dikembangkan sebagal tempat tujuan wisata baru di jalur Solo - Selo - Borobudur dengan Girl khas wisata kegunungapian Ketika diresmikan oleh Presiden RI Megawati pada 17 Oktober 2002 baru dibangun dua gardu pandang dan pelataran. Dengan keunggulan panorama yang atraktif Gn. Merapi - Merbabu, hamparan teras - teras tanah pertanian serta kesejukan udara, Ketep Pass makin ramai dipadati pengunjung, lebih - Iebih pada akhir pekan dan han libur. Awal tahun 2003, dibuka Volcano Theatre sebagam fasilitas baru yang menyajikan film tentang Gunung Merapi dengan berbagai aktifitas vulkaniknya. Fasilitas baru mi makin memperkuat ciri Ketep Pass sebagai tempat wisata kegunungapian. Bangunan ni dilengkapi restaurant yang berada di Iantai atas dengan pemandangan luas ke arah Gunung Merapi.


Kini telah selesai dibangun Volcano Centre. Sebuah bangunan seluas 550 m2 yang menyajikan berbagai materi informasi gunung berapi dengan sajian utama tentang Gunung Merapi. Kehadiran Volcano Centre makin memantapkan karakter khas Ketep Pass sebagai tempatwisata kegunungapian. Memasuki Bangunan Volcano Centre pengunjung akan diajak menjelajahi seluruh ruangan secara mengalir dan sajian materi satu ke yang lain, seolah tanpa putus. Dimulai dan informasi umum tentang gunung berapi dan informasi geologis yang tersaji dalam bentuk gambar, foto dan peta dalam format besar, selanjutnya pengunjung diajak secara interaktif menggali dan menikmati berbagai koleksi gunung berapi melalui perangkat komputer multi media. Contoh batuan yang dilengkapi dengan informasi teknis menjadi sajian berikutnya. Panorama Merapi dalam berbagai tampilan akan mengantar pengunjung pada sajian utama yakni miniatur Merapi dalam ukuran cukup besar. Bagian terakhir sajian adalah Mitigasi Bencana Gunung Berapi yang akan mengajak pengunjung se- cara langsung mengoperasikan peralatan peman tauan dan pende teksian gejala dan kegiatan vulkanik. Cinderamata khas yang hanya di jual di dalam Volcano Centre tersedia di bagian akhir perjalanan pengunjung. Di pintu keluar, melalul trap pengunjung dihantar ke pelataran tertinggi PELATARAN PANCA ARGA, di sini pengunjung dapat menikmati sajian panorama alam lima gunung besar di Jawa Tengah yakni Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Slamet Selain itu akan nampak pula gunung - gunung kecil lain seperti Telomoyo, Andong, Dataran Tinggi Dieng serta perbukitan Menoreh Bukit Ketep kini telah menjadi tempat tujuan wisata yang menarik dengan ciri khas sajiannya yakni kegunungapian. Atraksi wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif tetapi sarat dengan kandungan pendidikan yang tersaji secara atraktit.

Setelah sempat masuk di Theaternya yang sayangnya agak pengap (gak ada pewanginya kali yeee ) trus perjalanan dilanjutkan menuju Magelang - Temanggung (istirahat sekitar 30 menitan di alun2 Kota Temanggung) dilanjutkan ke Wonosobo (istirahat juga sekitar 1 jam di Alun2 Wonosobo sambil tiduran) - Trus menuju Banjarnegara dan sempat mampir di Dawet Ayu Banjarnegara (buat buka puasa boss ... eh alhamdulillah aku masih tetap puasa lho) dan AKhirnya sampai di Desa Kasih tercinta pada pukul 16.30 WIB dengan selamat.


H - Hari Lebaran

Trus Setelah Shalat Ied, Nyekar di makam Almarhum Bapak, Anakku Febrianto Nareswara dan keluarga Besarku, dilanjut sungkem2an di kampung akhirnya pada pukul 10.00 WIB aku bersama istri melaju ke Semarang dengan rute Purbalingga - Banjarnegara - Wonosobo - Temanggung - Bawen - Ungaran - Semarang (Gunung Pati).

Dan seperti hari sebelumnya, perjalanan diisi dengan kegiatan mampir disana, disini dan disono (maklum ... tubuh tua harus banyak istirahat). Untungnya arus lalu lintas amat sangat lancar ... paling sesekali dihiasi tingkah polah ugal2an para pengendara motor / mobil berplat nomor B, L, D.

Akhirnya nyampe juga di Semarang pukul 17.00 WIB langsung diisi kegiatan tidur nyenyak, karena keesokan harinya harus balik ke Solo.


H + 1 :
Setelah sungkem2an dengan tetangga disekitar rumah, pukul 10.00 WIB dilanjutkan perjalanan ke Solo. Nah ini dia, dibeberapa titik terjadi antrian kendaraan nyampe beberapa kilo, sehingga Semarang - Solo yang biasanya ditempuh dalam waktu 2,5 jam, pada H+1 memakan waktu nyaris 4 jam lebih.

H + 2 & H + 3 : istirahat dirumah dengan sukses

H + 4 :
Balik ke Semarang sengaja ambil start pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB dengan rute Solo - Boyolali - Salatiga - Semarang. Karena bareng DHEA, maka acara mampir di tiap kota menjadi acara wajib agar DHEA tidak kecapekan. Bahkan sempat mampir di Kawasan Pemancingan Jimbaran - Bandungan sehingga nyampe di rumah sekitar pukul 16.00 WIB.

Kesimpulannya : C spasi D : Cape Deeeech




1 comments:

Pemandangannya bagus banget lho mas. ini sangat cocok pake liburan hari raya.... he he

Link2Communion.com